Home / Pendidikan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:09 WIB

SMK Penyumbang Pengangguran Kedua diAceh.

REDAKSI - Penulis Berita

Foto Chatgptnews ceoaceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, lulusan perguruan tinggi menjadi kelompok yang menyumbang pengangguran terbanyak di Tanah Rencong.

 

Kepala BPS Aceh, Agus Andria menjelaskan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), pada November 2025, persentase pengangguran di Aceh tamatan Diploma IV/S1/S2/S3, sebesar 8,68 persen.

 

“Sementara itu, persentase pengangguran yang terendah adalah tamatan Sekolah Menengah Pertama dan tamatan SD ke bawah, masing-masing sebesar 3,15 persen dan 2,59 persen,” kata Agus, Kamis (5/2/2026).

 

Secara rinci, Agus menyebut, setelah perguruan tinggi, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang pengangguran urutan kedua berdasarkan pendidikan tertinggi, yakni tercatat sebesar 8,66 persen.

 

Kemudian, disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) 6,92 persen; Diploma I/II/III 6,13 persen; Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3,15 persen; serta lulusan SD ke bawah sebesar 2,59 persen.

 

Lebih lanjut, Agus mengungkap, penduduk usia kerja di Aceh pada November 2025, berjumlah 4,172 juta orang.

Baca Juga :  Jaksa Masuk Sekolah Di Agara kutacane

 

Namun, sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu 2,717 juta orang.

 

Sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 1,455 juta orang.

 

Komposisi angkatan kerja pada November 2025 terdiri dari 2,565 juta orang penduduk bekerja dan 152 ribu orang pengangguran.

 

“Apabila dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja masing-masing bertambah sebanyak 2.410 orang dan 3.370 orang,” urai Agus.

 

“Sementara jumlah pengangguran turun sebanyak 960 orang,” jelasnya.

 

Ia menyebutkan, salah satu indikator ketenagakerjaan terpenting adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

 

Di mana, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.

 

Berdasarkan Sakernas November 2025, TPT sebesar 5,60 persen.

Baca Juga :  Delegasi Thailand Kunjungi USK

 

Hal ini berarti, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima sampai enam orang jadi pengangguran.

 

“TPT mengalami penurunan 0,04 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025,” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan, bahwa menurut jenis kelamin, pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 4,02 persen; yakni lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 8,33 persen.

 

“Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 8,12 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan sebesar 3,85 persen,” katanya.

 

Agus menambahkan, lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Aceh adalah pertanian yaitu sebesar 38,75 persen; disusul perdagangan sebesar 14,57 persen; dan administrasi pemerintahan sebesar 7,22 persen.

 

“Di mana, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 31,81 persen,” beber dia.

 

“Sementara yang paling sedikit berstatus berusaha, dibantu buruh tetap yaitu sebesar 4,39 persen.mti

Share :

Baca Juga

Bisnis

Kapolda Aceh Salurkan Bansos untuk Korban Banjir di Aceh Utara

Pendidikan

Peusaka Jilid VIII, HIMAKO Unimal Wujudkan Semangat Keberagaman dan Komunikasi

Daerah

Tumbuhkan Senyum Pintar: Mahasiswa Unimal Mengajar di SD Negeri Lhokseumawe bersama HIMAKO X 100 Senyum

Breaking News

Peringati Hari Guru, Tenaga pendidik SMK-PP Kutacane memakai pakaian Adat Nusantara

Organisasi

Kwarda Banten selenggarakan Diklat Manajemen Kebencanaan 2022

Pendidikan

Mahasiswa PEPI SERPONG, Delegasi Banten di Peransaka Nasional

Pendidikan

Konsumsi Siswa SMK PP Kutacane Sangat Membantu Siswa Miskin.

Daerah

LSM PPKMA dan Bimbel Nurul Fikri Gelar Tryout Akbar Tingkat SMA/SMK/MA Se_aceh Tenggara