Home / Daerah

Jumat, 11 November 2022 - 20:24 WIB

Kasus Ancam Bunuh Wartawan di Aceh Tengah, PWA Desak Polisi Tangkap Pelaku

REDAKSI - Penulis Berita

KUTACANE, NEWSCEOACEH.COM  – Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Aceh (DPW – PWA) Kabupaten Aceh Tenggara, mendesak Kepolisian Polres Aceh Tengahuntuk segera menangkap pelaku pengancaman pembunuhan terhadap Jurnalisa Wartawan Harian Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) bertugas di daerah tersebut.

” Soal pengancaman kepada wartawan itu harus segera di Proses. Agar Kita mengetahui apa motif, maksud dan tujuan ancaman tersebut?,” Kata Nauval kepada sejumlah Wartawan di Kutacane, Jumat (11/10).

Dijelaskan, kalaupun terdapat sengketa dalam berita ditulis wartawan, sengketa pemberitaan dengan media massa dapat diselesaikan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk memperoleh hak jawab dan koreksi.

” Setiap wartawan yang memiliki legalitas yang jelas dalam bekerja ataupun menjalankan tugas liputan dilindungi Undang – Undang Pokok Pers 40 Tahun 1999. Begitu juga profesi wartawan dijamin dan dilindungi dalam undang- undang tersebu saat menjalankan tugas di lapangan,” ucapnya.

Baca Juga :  Tim Pemerintah Aceh Tinjau Kesiapan Pelaksanaan MTQ Ke-36 di Simeulue

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak kepolisian Polres Aceh Tengah untuk segera memproses atas laporan pengancaman yang telah dibuat oleh Jurnalisa.

“Kita minta polisi mengusut dan memproses hukum pelaku pengancaman tersebut hingga tuntas,” Nauval melanjutkan.

Informasi diterima PWA dari Jurnalisa, kejadian berawal saat meliput proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (10/11).

Karya jurnalistik itu pun telah dimuat dengan judul “Proyek Pengerjaan Pasar Rejewali Ketol Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Lambat, Anggaran Fantastis”.

Akibat pemberitaan itu, Jurnalisa mengaku diancam dibunuh oleh dua orang pria yang datang kerumahnya sekira puku 08.00 WIB.

Baca Juga :  Kapolsek dan Pejabat Polres Aceh Barat Dan Dilakukan Cek Urine

“Pada saat itu mereka menggedor pintu gerbang, lalu saya keluar, wajah mereka terlihat marah, mereka bahkan mencoba memukul,” katanya.

“Saat kejadian itu, istri saya keluar dari rumah untuk berusaha melerai. Satu orang pria saat itu berteriak, ‘kamu tidak tau berurusan dengan siapa, kubunuh nanti kamu’,” tambah Jurnalisa meniru ucapan pria tersebut. Dan ancaman bunuh itupun di ucapkan pelaku secara berulang kali.

Sebagai wartawan yang memberitakan kasus proyek tersebut, Jurnalisa telah memenuhi unsur kode etik jurnalistik, seperti halnya konfirmasi kepada pihak rekanan.

“Saya mengenal kedua orang itu. Yang saya ketahui, satu dari dua orang itu bernama Rahmat yang merupakan pengawas lapangan proyek tersebut, yang satu lagi hanya namanya yang saya tau,” ucap Jurnalisa. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Masyarakat Aceh di Jakarta Mengadakan Festival Kuah Belangeung.

Daerah

Giat Patroli Rutin Sinergitas TNI/POLRI di Kabupaten Bireuen

Daerah

Operasi Penyisiran Terkait Sinyal Harimau: Langkah Tegas Personel Rindam IM

Daerah

Kuatkan Karakter Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Unimal: HIMAKO UNIMAL Gelar PEUSAKA JILID VII

Daerah

Senantor Abdullah Puteh Kunjungi Pabrik Rokok di Aceh Tengah, Disambut Gembira

Daerah

Disbudpar Aceh Melalui UPTD Taman seni dan budaya Aceh akan menggelar pagelaran Seni dan Budaya

Daerah

Festival Dikee 2022 Sukses, Kadisbudpar Aceh Ajak Milenial Menggelorakan Budaya Zikir

Daerah

PJ.Bupati Agara Dapat Apresiasi Kinerja Dari Kemendagri.