Jakarta –news ceoaceh
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Pelantikan Majelis Pembimbing (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Saka Tarunabumi Tingkat Nasional Masa Bakti 2025–2028, Jumat (13/2/2026), di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.
Pengukuhan kepengurusan baru ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam menjaga swasembada pangan nasional yang telah dideklarasikan pada 7 Januari 2026. Pemerintah menempatkan keberlanjutan swasembada sebagai agenda strategis jangka panjang yang harus ditopang oleh penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya generasi muda.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada pangan dari luar.
“Kita tidak boleh bergantung pada pangan impor. Indonesia harus berdiri di atas kekuatan sendiri melalui sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan. Swasembada yang telah kita capai harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa capaian swasembada pangan yang diraih lebih cepat dari target menjadi tonggak penting pembangunan pertanian nasional. Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 33 tahun, PDB sektor pertanian tumbuh 10,52 persen, serta serapan gabah dalam negeri meningkat signifikan.
Menurutnya, dalam konteks tersebut, peran Saka Tarunabumi menjadi sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang siap menjaga keberlanjutan swasembada.
“Saya tidak ingin generasi muda hanya menjadi penonton di sektor pertanian. Mereka harus menjadi pelaku utama produksi, pengolah hasil, inovator, dan pencipta nilai tambah. Saka Tarunabumi harus melahirkan petani muda yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berjiwa wirausaha,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penguatan Saka Tarunabumi menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM pertanian yang terarah dan terukur. BPPSDMP memastikan pembinaan tidak hanya menguatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, semangat gotong royong, integritas, dan kepemimpinan sebagai fondasi menghadapi pertanian modern.
Ia menegaskan bahwa integrasi pembinaan kepramukaan dengan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan pertanian akan mempercepat lahirnya petani muda profesional yang siap berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Melalui kepengurusan periode 2025–2028, Saka Tarunabumi diharapkan semakin solid dan progresif dalam memperluas pembinaan kader pertanian, sekaligus menjadi penggerak utama regenerasi SDM untuk memastikan swasembada pangan Indonesia tetap terjaga dan berkelanjutan.mti, rel





