Home / Breaking News

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:51 WIB

Azanuddin Kurnia Plt Kadistanbun Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

photo by:chatGPT

Banda Aceh,Newsceoaceh.

Azanuddin Kurnia  pejabat pemerintahan di Provinsi Aceh yang saat ini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh. Pengangkatannya sebagai Plt Kadistanbun Aceh resmi berlaku sejak 1 Maret 2026, berdasarkan surat tugas yang ditandatangani Sekda Aceh karena pejabat sebelumnya, Cut Huzaimah, telah memasuki masa pensiun. sebelumnya Azanuddin adalah kabid produksi distanbun aceh,sekretaris distanbun aceh.beliau juga seorang pria yang low profile,ramah,akrab dan visioner dalam bidang pertanian,produktiof dan sangat inovatif,dibalik suksesnya distanbun aceh sejak azanuddin berada dilingkup distanbun aceh.

Profil singkat Azanuddin Kurnia:
• Memegang jabatan Plt Kadistanbun Aceh (Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh) sejak 1 Maret 2026.
• Sebelumnya menjabat di lingkungan Distanbun Aceh, termasuk sebagai Sekretaris Dinas dan aktif terlibat dalam program-program pertanian dan perkebunan di Aceh.
• Aktif memberikan penjelasan dan kebijakan di sektor sawit dan sertifikasi ISPO di Aceh. Juga aktif menulis buku tentang lingkungan,pertanian.Juga seorang pria inovatif dengan gula sawit nya yang sukses mengantarkan distanbun sangat inovatif.Sebelumnya juga pernah aktif di aceh tenggara,juga pernah menjadi guru pertanian.

Baca Juga :  Ini prediksi DPRA Dapil 8

Jadi secara singkat, Azanuddin Kurnia adalah pejabat senior di Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang diangkat untuk sementara waktu sebagai pemimpin dinas tersebut sampai ada pejabat definitif.Saat ini azanuddin begitu menerima plt kadistanbun aceh langsung bergerak kelapangan,safari ramadhan ke tamiang dan meninjau langsung beberapa instansi dinas dibawah distanbun Aceh juga melihat kondisi pertanian dan perkebunan pasca bencana.dan ide briliannnya adalah pemanfaatan tanah lumpur untuk dijadikan batu bata,bahan bangunan,juga pemanfaatan lumpur untuk penanaman produktif.

Menurut Azanuddin Kurnia,Dengan strategi yang tepat, lumpur dapat disulap menjadi batu bata atau bata ringan berkualitas tinggi, sementara kayu hanyut dapat diolah menjadi hunian sementara (huntara) hingga rumah tetap. Ini bukan sekadar membersihkan sisa bencana, tetapi sebuah gerakan membangun kembali negeri dari puing-puingnya sendiri.data Distanbun Aceh, per 6 Pebruari 2026, jumlah areal persawahan yang terdampak bencana adalah sekitar 57.364 ha dengan rincian kategori rusak ringan 27.437 ha, rusak sedang 13.651 ha dan rusak berat 16.276 ha.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Kelompok 17 Berbagi Kreativitas dengan Anak-Anak SLBN Aneuk Nanggroe

Pada kategori rusak ringan, lumpur tidak sampai masuk ke areal persawahan kalaupun masuk, sawah masih bisa dimanfaatkan sebagaimana biasa. Sedangkan rusak sedang dan berat lumpur sudah masuk bahkan melewati pematang untuk kategori berat. Artinya untuk rusak sedang dan berat ada sekitar 29.827 ha.Bisa dibayangkan bagaimana untuk mengatasi atau membuang lumpur dari areal persawahan tersebut. Tentu ini akan memerlukan biaya yang besar dan sangat tidak ekonomis.mti

 

Share :

Baca Juga

Breaking News

SMK PP Kutacane Miliki Kepsek Defenitif

Breaking News

Polres Aceh Tenggara Tangkap Bidan dan PNS sebagai Pengedar Sabu

Breaking News

Kejagung Periksa Lima Saksi Kasus Korupsi Komoditi Timah

Breaking News

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PEMA Siap Lakukan Pengeboran Panas Bumi di Seulawah Agam

Breaking News

SMK PP Negeri Kutacane dan BPSIP Banda Aceh Teken MOU untuk Meningkatkan Praktik Industri Siswa

Breaking News

Gaji Veteran Untuk Kombatan

Breaking News

Ketum KONI Aceh Lantik Pengurus PASI 2023 – 2027

Breaking News

Pasca Pemilu, Harga Sembako Stabil