
Banda Aceh
Pangkalan SMK PP dan pangkalan sekolah pertanian butuh pamongsaka, instruktur yang peduli pramuka saka, pengurus dan bimbingan terutama dari kwarda aceh untuk memfasilitasi, sekarang kwarda pun belum ada pengurus baru hasil musda. Pangkalan di SMK pasti siap bergerak, tinggal kita ke sekolah sekolah untuk dibina, kita siap saja. Tapi di kwarda terlihat adem dengan pembinaan pangkalan. Mungkin bergerak kalau ada anggaran, proyek, bimtek, upgrade. Bagaimana kita susun pengurus saka, bila pengurus hasil musda pun tak jelas. Orang orang peduli pramuka terdepak, ada yang takut kehilangan jabatan di pramuka,lahan pekerjaan, takut menganggur, sehingga pramuka jadi lahanĀ oknum tertentu, seharusnya bina saka saka, bukan hanya untuk ikut pertisaka untuk menunjukkan bahwa saka aktif ditingkat nasional, padahal hanya aktif saat ada kegiatan saja, banyak pangkalan saka mulai tidak aktif kegiatan nya. Potensi saka cukup besar, terutama saka taruna bumi, ada pangkalan, ada penyuluh. Tinggal lagi pengurus daerah, dan distan, BPP, Bapeltanluh, bergerak dan bina saka tiap wilayah. Lagi pula di Aceh penyuluh rata rata dari SMK, SPMA saya yakin saka berkembang. Tentu didukung sarana dan prasarana.
Muhammad t. Is_pamongsaka taruna bumi Aceh, menjelaskan,Saya yang merintis kegiatan perkemsama saka taruna bumi Aceh sejak tahun 2018-2024.kini sudah terhenti, tak dilanjutkan lagi, padahal program setahun sekali, bergiliran tiap pangkalan, dan ada ketersediaan dana, kini sudah tak ada lagi, dana dan kegiatan bersama, hanya aktif pangkalan, tapi bukan aktif giat kesakaan.
Untuk tingkat nasional kita sudah sampaikan terutama ke kementerian pertanian, group saka taruna bumi nasional untuk kembali memperkuat saka taruna bumi nasional dimulai dari kementerian pertanian hingga ke kwarda. Sekarang pertisaka taruna bumi sudah nggak ada lagi, pelatihan pamong, instruktur saka, bina saka taruna bumi, bimtek, sosialisasi saka. Semoga kedepan dengan ketahanan pangan saka taruna bumi dihidupkan kembali pangkalan di SMK PP, SMK pertanian, BPP, Bapeltanluh, distanbun, badan ketahanan pangan. Dan pemimpin daerah dapat bergerak mulai dari kadis, kepala Badan, koordinator BPP, pol Bangtan, PEPI sama sama bergerak, bersinergi, apalagi sudah ada MOU dengan kementerian pertanian dengan kwarnas untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan generasi muda., demikian pungkas muhammad mantan pembina, pamongsaka, pelatih pramuka. Tm.



