Home / Breaking News

Sabtu, 31 Mei 2025 - 12:26 WIB

Krisis Air Bersih Mengancam Saree, Warga Desak Penertiban Perambah Hutan Lindung

REDAKSI - Penulis Berita

Saree, NEWSCEOACEH. COM – Air adalah sumber kehidupan. Namun, masyarakat Saree kini merasakan kenyataan pahit: sumber air yang dulu melimpah kini semakin sulit dijangkau. Sungai tempat anak-anak dulu berenang kini menyusut, bahkan mengering di beberapa titik. Warga yang telah lama tinggal dan besar di Saree kini saling berebut air bersih demi kebutuhan dasar rumah tangga.

Keluhan demi keluhan mulai muncul, salah satunya dari warga Desa Sukadamai, Saree, yang enggan disebut namanya. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas pembukaan lahan dan perambahan hutan di kawasan penyangga sumber air oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Orang dari luar Saree datang membabat hutan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Mereka tidak memikirkan dampaknya untuk kami dan anak cucu kami nanti,” ujar salah satu warga kepada awak media.

Warga Saree mendesak para pemangku kepentingan, mulai dari kecamatan, kemukiman, desa hingga aparat hukum untuk membuka mata dan telinga atas kerusakan yang tengah terjadi. Mereka menuntut tindakan tegas terhadap praktik perambahan hutan berkedok pembukaan lahan pertanian, yang sejatinya adalah bentuk pembalakan liar.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Kelompok 17 Berkontribusi pada Pengembangan Pertanian Berkelanjutan

Langkah-Langkah Mendesak yang Diharapkan Warga:

  1. Pendataan ulang penduduk Saree, dengan memastikan legalitas domisili, terutama yang tinggal di dekat kawasan hutan lindung.

  2. Kepala desa (keuchik) wajib mengetahui aktivitas warga di wilayahnya, termasuk indikasi perambahan hutan.

  3. Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, seperti Polhut dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

  4. Pelaporan resmi ke pemerintah daerah, termasuk Bupati dan instansi konservasi.

Keuchik Sukadamai disebut telah menggelar musyawarah desa dan berencana meninjau langsung lokasi bersama pihak terkait pada Senin, 1 Juli 2025, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang kini telah viral di media sosial.

Sementara itu, Muhammad T. Is, aktivis lingkungan dari Lembaga AcehAgri, mendesak pemerintah Aceh agar segera turun tangan. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap alih fungsi lahan dan meminta Taman Hutan Raya (Tahura) dan Polisi Kehutanan (Polhut) untuk bertindak cepat.

Baca Juga :  Peserta Tour De Sumatera VI Salurkan Donasi untuk Korban Gempa Turki Suriah

“Jika tidak segera dicegah, krisis air di Saree akan terus memburuk. Sumber air ini bukan hanya untuk Saree, tapi juga penting bagi Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie,” tegasnya.

Pembina Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) juga meminta aparat desa agar bertindak keras terhadap perambah,termasuk warga luar yang mengganggu ekosistem Seulawah.

Sebagai solusi, warga juga berharap program reboisasi dari pemerintah Aceh segera digalakkan kembali, dengan pembagian bibit tanaman perkebunan seperti pinang unggul dan aren unggul di wilayah yang telah dirambah. Hal ini diyakini bisa mencegah bencana banjir bandang di musim hujan yang akan datang.

“Saleum Aneuk Saree” — Bersatu kita jaga Bumi Saree.
Langkah nyata dan ketegasan dari para pemimpin dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan hutan lindung Seulawah dan memastikan keberlanjutan sumber air bagi generasi mendatang.

Share :

Baca Juga

Breaking News

Pembekalan Purna Bakti Polisi di BDP Saree

Breaking News

Kunjungan dan Belajar Bersama di Kebun Masyarakat Desa Paya Bili Muara Dua oleh Kelompok KKN 15

Breaking News

Kembalikan Kejayaan Kinaktan Acrh Besar

Breaking News

Tarif Gojek-Grab Resmi Naik, Driver Tuntut Potongan Aplikasi 10%

Breaking News

RSIA Aceh Tingkatkan Layanan Neurologi dengan Hadirkan Layanan Pemeriksaan EEG dan EMG

Breaking News

Resmi Menjadi Es Krim Ofisial Tim Indonesia, Aice Dukung Atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Breaking News

Lapas Kutacane Gelar Apel Kesiapsiagaan Nataru

Breaking News

MENUJU WARGA JAYA INDONESIA YANG BEROTOT KAWAT DAN BERTULANG BESI