Home / Breaking News

Kamis, 23 April 2026 - 13:35 WIB

RSUD Aceh Besar Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Stabil, Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan Tidak Benar

REDAKSI - Penulis Berita

KOTA JANTHO –nesceoaceh.

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar memberikan klarifikasi terkait laporan yang menyebutkan adanya kekosongan obat hingga lima bulan. Pihak rumah sakit menegaskan informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra, MKM, Rabu (22/4/2026), menyatakan bahwa secara logika operasional, rumah sakit tidak mungkin tetap berjalan jika benar terjadi kekosongan obat dalam waktu yang lama.
“Ini jelas tidak benar. Jika sampai lima bulan terjadi kekosongan obat, tentu operasional rumah sakit sudah terhenti sejak lama. Yang terjadi sebenarnya hanya kekosongan sementara pada beberapa jenis obat, dan itu pun segera terpenuhi dalam waktu singkat,” ujar Bunaiya.

Ia menjelaskan, manajemen RSUD secara rutin meminta staf di bidang farmasi untuk mendata obat-obatan yang stoknya menipis atau terbatas. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk melakukan pengadaan secepat mungkin guna menghindari kekosongan berkepanjangan.
“Langkah ini kami lakukan secara disiplin dan berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Inilah Hasil Sementara DPR RI Dari Aceh

Senada dengan itu, Kepala Bidang Farmasi, Apoteker Ika Darmiati, menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah kekosongan total, melainkan keterbatasan pada beberapa item obat tertentu. Dalam kondisi tersebut, pihak rumah sakit tetap memberikan solusi dengan mengganti obat menggunakan alternatif yang memiliki fungsi serupa.
“Misalnya untuk beberapa jenis obat seperti insulin tertentu atau pengencer darah, jika stok utama terbatas, kami siapkan alternatif lain dengan khasiat yang sama,” jelas Ika.

Ia juga menambahkan bahwa untuk layanan Poli Jantung yang mulai beroperasi awal tahun ini dan mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien, pihak farmasi telah berkoordinasi dengan dokter spesialis guna memastikan ketersediaan obat.
“Kami sudah meminta daftar kebutuhan obat dari dokter spesialis jantung, dan saat ini sudah terpenuhi,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Hadiri Haul ke-20 Abu Muhammad Dahlan di Tanoh Abee

Sementara itu, tenaga medis di lini depan pelayanan, dr. Yanti Trisnawati, Sp.PD dan dr. Yulidar, menyampaikan bahwa koordinasi antara dokter dan pihak farmasi terus dilakukan untuk memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan yang optimal.
“Jika terjadi kekosongan pada obat tertentu, kami segera mencari alternatif dengan fungsi yang sama. Biasanya jedanya sangat singkat,” ujar dr. Yanti.

Namun, dalam kondisi tertentu di mana obat benar-benar tidak tersedia dan bersifat mendesak, pihak rumah sakit akan mengambil langkah rujukan ke rumah sakit lain, seperti RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.
“Kami pastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan terbaik, termasuk melalui rujukan jika diperlukan,” pungkasnya.(*mti*)

Asisten III Sekda Aceh Besar, Abdullah SSos didampingi Direktur RSUD Aceh Besar dr. Bunaiya MKM dan Kabag Hukum Rafzan SH MH saat meninjau gudang Farmasi RSUD Aceh Besar, Rabu (22/4/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Share :

Baca Juga

Breaking News

Tragedi di Sungai Alas: 2 Tewas, 6 Masih Hilang dalam Kecelakaan Perahu di Aceh Tenggara

Breaking News

Aceh besar Memasuki Babak Baru

Breaking News

Pramuka Aceh Jadi Polemik Nasional

Breaking News

Bupati Aceh Besar Hadiri Haul ke-20 Abu Muhammad Dahlan di Tanoh Abee

Breaking News

LSM LIRA Dukung Komitmen Brantas Korupsi Prabowo-Gibran 2024-2029. Buat Pelatihan Anti Korupsi Bagi LSM dan Jurnalis/Media

Breaking News

HIMAKO Gelar Himako In Action Kunjungi Panti Asuhan

Breaking News

Ratoh Jaroe Saweuna Hentak Pembukaan Piasan Aceh Rayeuk

Breaking News

“Kreasi Terobosan: Pelatihan Pemuda Aceh dalam Mengubah Sampah Menjadi Inovasi