Home / Uncategorized

Minggu, 1 Januari 2023 - 20:23 WIB

MENUJU WARGA JAYA INDONESIA YANG BEROTOT KAWAT DAN BERTULANG BESI

REDAKSI - Penulis Berita

Oleh : AM Hendropriyono*

Saya sampaikan penghargaan yang tinggi kepada para pemimpin, para tokoh dan seluruh anggota dalam jajaran Warga Jaya Indonesia dan para fungsionaris organisasi dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai ke Rote. Salam hormat saya kepada yth Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan para simpatisan WJI di manapun saudara-saudara berada.
Sebagai organisasi massa yang berayah Komando Daerah Militer Jakarta Raya dan ibu Kepolisian Daerah Metro Jaya pada saat kelahirannya 55 tahun yang lalu, WJI lahir ketika negara RI berada dalam perjuangan hidup-mati untuk mempertahankan Pancasila dari serangan badai ideologi asing Komunisme- Leninisme yang kronis. WJI kemudian dibesarkan dari dalam kawah Candradimuka yang bergolak oleh panasnya suhu yang luar biasa, yang dalam legenda wayang Jawa digambarkan sebagai cara, untuk menjadikan seorang anak agar dapat besar menjadi seorang ksatria tangguh yang berotot kawat dan bertulang besi. Secara filosofis WJI selama ini adalah pemegang bandul utama jiwa kebangsaan Indonesia, yang kerap diayun-ayun oleh bablasnya kapitalisme menjadi imperialisme dan bablasnya Islamisme ke radikalisme. Dengan keyakinan bahwa imperialisme adalah bentuk penjajahan di bidang ekonomi dan radikalisme adalah akar dari terorisme, kita telah bertekad bahwa seumur hidup WJI akan tetap tampil dengan gagah berani mempertahankan bangsa Indonesia, dalam persatuan Indonesia di tengah perbedaan suku, agama, ras dan golongan. Sejak 1986 kita telah bersepakat menggaris bawahi Pancasila sebagai ideologi terbuka yang berarti inklusif terhadap perkembangan zaman, karena masyarakat bangsa kita sadar bahwa mau tidak mau, suka tidak suka atau siap tidak siap, harus menerima globalisasi sebagai suatu kenyataan keadaan. Karena itu kita harus menerima kapitalisme yang bukan imperialisme dan Islamisme yang bukan radikalisme, untuk dapat mempertahankan diri sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Kedaulatan kita sebagai bangsa saat ini sedang dihasut oleh para provokators, agar kita terlibat dalam kemelut pergeseran geopolitik dari benua Eropa ke benua Asia. Perang Ruso-Ukraina sejak 24 Februari 2022 yang semakin tak menentu untuk memperebutkan hegemoni atas keadilan dunia, mulai tercermin sebagai geostrategi AS di tengah sengketa yang berdasarkan pada sengketa lama saling tuntut perbatasan laut antar bangsa-bangsa Asia Tenggara. Saling tuntut tersebut tiba-tiba diperparah oleh kehadiran tuntutan mutlak Republik Rakyat China di Laut China Selatan (LCS), berupa tuntutan mutlak 9 garis putus-putus RRC terhadap 90% LCS. Garis putus-putus RRC tersebut ternyata menyentuh batas ZEE kita, sehingga membuat Indonesia kini ikut terlibat dalam sengketa di LCS tersebut. Pendekatan yang lunak dengan cepat dilakukan pemerintah Indonesia dengan mengetengahkan konsep Declaration of Conduct, yang merupakan landasan moral bagi bangsa-bangsa ASEAN untuk bersatu sikap demi soliditas internal ASEAN. Namun ketika sengketa tersebut berkembang memanas sehingga menjadi kemelut regional, dengan cerdas pemerintah mengajukan Code of Conduct yang mengemukakan kepentingan nasional masing-masing negara yang bebas dari intervensi dan mengatur lalu lintas maritim dengan RRC secara etis. Di tengah peran sentral Indonesia tersebut RRC tidak lagi membicarakan tentang 9 garis putus-putus, tetapi tentang “Empat Sha” yaitu pulau Spratly, Paracel, Pratas dan Macclesfield. Nampak sekali RRC menghindari geostrategi AS di Asia Tenggara, yang terkait dengan perimbangan daya tempur Rusia versus NATO dalam perang di Eropa. Sementara itu dunia pada tahun 2023 dibayang-bayangi oleh krisis mondial, yang di Indonesia berhasil ditangkal dengan pertumbuhan ekonomi kita 6,6 % pada tahun ini pasca berjangkitnya pandemi Covid 19 selama hampir tiga tahun. Semua hasil kerja keras pemerintah RI harus diimbangi oleh masyarakat, dengan WJI di front terdepan di saat kita kini diambang Pemilu 2024. Strategi bersifat kenyal dan dapat berubah kapan saja di LCS, sehingga kita harus selalu siap untuk menghadapi situasi yang terburuk, yaitu jika pilihan strategi AS atau RRC adalah pendekatan keras berupa perang terbuka. Tidak ada kata lain kecuali kita harus bersatu sebagai bangsa Indonesia baik psikis maupun fisik, agar tidak jadi pecundang dalam perang tersebut. Kemenangan dalam suatu perang dalam persepsi intelijen adalah dominasi dari unsur surprise (pendadakan), yang di laut berupa kekuatan dan kemampuan armada kapal-kapal selam modern. Jika disandingkan dengan Malaysia yang mempunyai 2 armada kapal selam untuk lautnya seluas 10.024 km2, Singapore yang memiliki 4 armada kapal selam untuk mengamankan lautnya yang hanya 728 km2, Negara kita yang luas lautnya 3.250.000 km2 ini ternyata hanya memiliki 4 armada kapal selam juga, untuk mempertahankan dan mengamankan maritim dan lautan negara RI yang sangat jauh lebih luas tersebut. Kita belum mampu untuk menambah armada sehingga harus mencari uang dengan membuatkan kapal-kapal selam di Surabaya dan menjualnya ke Filipina 3 armada kapal selam baru, dalam rangka membangun 16 armada kapal selam pesanan mereka yang harus selesai pada tahun 2028. Sejatinya kita sendiri juga sangat membutuhkan paling sedikit 20 armada kapal selam, yang terdiri dari 4 kapal selam yang bergerak mobil untuk melakukan manuver-manuver taktis di Laut Cina Selatan, kemudian 6 kapal selam untuk digelar di Pos Komando Depan Armada di kepulauan Natuna yang luas lautnya 262.198 km2 serta 10 armada kapal selam sebagai cadangan yang siaga di wilayah-wilayah lain di Indonesia sebagai daerah penyangga dan garis belakang. Hanya tentara yang mempunyai kekuatan cadangan kuat yang akan menuai kemenangan di medan perang. Khusus bagi Indonesia kondisi siaga seluruh komponen sistem pertahanan keamanan rakyat semesta di Natuna, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan seluruh daerah di Indonesia sudah makin mendesak. Potensi nasional yang merupakan Conditio Sine Qua Non untuk digalang menjadi kekuatan yang tepat dengan cepat adalah psikologi masyarakat, untuk bersatu padu di bawah panji-panji nasionalisme Pancasila yang patriotik dan militan. Demonstrasi-demonstrasi massa yang irasional selama ini harus segera dihentikan, agar tidak terus menerus mendatangkan kerugian sosial yang memperlemah konsolidasi kekuatan pertahanan keamanan rakyat semesta. Kerugian rakyat karena macetnya jalan, waktu terlambat, hilangnya momen pertolongan bagi mereka yang sakit kritis, uang kita yang sangat besar habis untuk mendanai makan, minum, perlengkapan dan operasi pengamanan polisi dan tentara, hancurnya fasilitas umum dan trauma fisik yang luka dan sakit serta gangguan kejiwaan terhadap para korban yang jatuh. Rasa ikut mempunyai bangsa ini semakin pudar oleh suara kebencian dari para provokators yang menjijikkan, sehingga menguras kemampuan kita untuk membangun kekuatan di laut. Sudah waktunya kini WJI mendukung otoritas negara baik di jajaran Eksekutif, Legislatif maupun Judikatif mengatur, agar demonstrasi massa hanya dilakukan di suatu tempat tertentu yang terlokalisir dan penggunaan megafon atau pengeras suara juga harus dilarang, seiring dengan larangan menebarkan kebencian melalui hoaks dan simulakra. Dalam situasi bangsa kita di ambang masa yang kritis seperti ini, demonstrasi massa yang irasional merupakan tindak pidana pengkhianatan terhadap bangsa sendiri. Sebagai golongan masyarakat yang setia kepada negara bangsa Indonesia, peran Warga Jaya Indonesia dalam usianya yang ke 55 semakin sentral untuk ikut menumpas pengkhianatan tersebut di manapun dan kapanpun di seluruh wilayah Indonesia.
Karenanya WJI harus mempercepat diri untuk bertambah besar dan kuat sebagai organisasi massa nasional yang solid, dengan mengkonsolidasikan organisasi, personil dan perlengkapannya hingga tuntas di 39 propinsi pada tahun 2023. Dengan demikian kita akan segera tumbuh menjadi ksatria-ksatria Pancasila tangguh yang berotot kawat dan bertulang besi.
Selamat berulang tahun !
*Ketua Umum Warga Jaya Indonesia

Baca Juga :  Peserta Tour De Sumatera VI Salurkan Donasi untuk Korban Gempa Turki Suriah

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Di Aceh Besar, Kotak Suara Pemilu Sudah Bergeser ke Kecamatan

Uncategorized

Pemuda Aceh Siap Menangkan Ganjar Sebagai Presiden

Uncategorized

Produksi Padi di Aceh Turun 24,45 Persen

Uncategorized

SMPN 1 Kutacane Bantu Korban Banjir Bandang kutacane

Uncategorized

Selamat dan Sukses PJ Bupati Aceh Tenggara

Uncategorized

Dirreskrimsus Polda Aceh Pantau Lokasi Tambang Ilegal Lewat Udara

Uncategorized

Selain Gratiskan Air PDAM, Pj Bupati Muhammad Iswanto Koordinasi dengan PLN, Upayakan Listrik Masjid di Aceh Besar Gratis

Uncategorized

Tiba di Aceh, Presiden akan Resmikan Pabrik Pupuk hingga Serahkan KUR