
Adalah syamsuddin seorang pria yang pensiun terjun ke kebun kopi, berlatar berpendidikan teknik, namun terjun ke teknik budi daya kopi Liberika.
Dikawasan paya guci kebun kopi Liberika tumbuh deybaik diketinggian 800 meter dpl. Kopi kopi dipanen, disortir, diolah menjadi kopi yang bermutu dan berkualitas, yaitu kopi Liberika yang budidaya sudah ada sejak jaman Belanda bertahan hingga masa prabowo berkuasa.
Kopinya memilki ciri khas sebykopi kearifan lokal yang bernama kopi panah Liberika. panah atau nangka itulah cita rasanya. Dengan label brand berkah Liberika Tangse, sang mantan kepala SMK di pidie inipun setelah pension serius membudidayakan kopi Liberika.
Menurut beliau kopi liberi sudah di ekspor ke luar negeri kerjasama dengan buyer Indonesia, dan pihaknya koptan berkah kopi Liberika sudah kerjasama dengan beberapa importir kopi. Kini permintaan nya meningkat.
Kopi Liberika disajikan dalam bentuk kopi original, kopi latte, kopi liche, kopi aren tetap nikmat rasanya, memiliki karakteristik tersendiri. Tim aceh agri pimpinan muhammad SP MP telah mencoba meracik bersama barista Den, s coffe saree, nikmatnya luarbiasa cocok untuk cafe berkelas.
Samsuddin kini mulai mencoba ekpansi, promosi kopi Liberika yang sudah naik kelas, dan dalam expo organik dunia di Beijing dicoba perkenalkan kopi Liberika, dengan beberapa grade, dan beda citarasa. Penikmat kopi pasti ketagihan.
Sementara itu T.iskandar mantan kepala LPTP Aceh menyikapi kopi liberika dibuat Baseline Study adalah untuk Menjawab, Data Dasar;Berapa Luas areal Kopi Liberica Tangse ? Existing areal. Apakah sudah layak untuk industrialisi (Hililisasi Produk) ?. Atau hanya untuk konsumsi lokal di Tangse;
Apa gap (Sejang Hasil) antara Potensi Hasil dg Existing Produktivitas sekarang;Dasar itu baru dibuat Road Map How to Develop (Kembangkan) Kopi Liberika Tangse.Mti



